mimpi sebuah komedi
Waktu kecil aku suka nonton cuplikan-cuplikan stand up komedi sampai aku tidak bisa berhenti ketawa. Aslinya aku iri; aku diam-diam suka tulis bahan komedi, manggung tanpa ada siapa-siapa. Setiap kali monologku mendekati leluconku, malah aku yang tertawa, aku hanya terdengar maksa. Ketika aku mengikuti rumus-rumus lelucon mereka, kata terakhirku menggema di ruang kosong. Cita-citaku menjadi komedian tidak bertahan lama.
Waktu dewasa, yang aku bicara sembarang jadi tawaan, lelucon-lelucon yang aku rencanakan tidak berhasil.
Aneh.